Posts

Subjektifitas(ku sebagai) Mahasiswa

Semangat menurun di pekan akhir perkuliahan merupakan hal yang lumrah. Bukan hanya pelajar, para pelaku kegiatan monoton pasti merasakannya. Minggu persiapkan amunisi untuk sepekan kedepan, seiring waktu memudar, kamis-jumat cenderung berat, sabtu mereda, minggu lepas>persiapkan amunisi. Seterusnya! Kiranya demikianlah Jum’at, 5-5-17 Bagi saya, hari ini memiliki ‘note’ tersendiri, walaupun mengganggu, namun –jujur, hingga saya menulis ini tak kunjung terlupakan. Di hari itu saya memiliki 4 SKS dalam 2 Mata Kuliah yang harus saya hadiri. Secara administratif, agar saya dapat memenuhi syarat mengikuti UAS, secara sadar, karena saya butuh ilmu – pencitraan . Dua dosen yang secara ‘ijazah’ bukan bidangnya. Namun, analisis saya, seorang yang disebut dosen, haruslah menguasainya. Dan jujur bagi saya, dosen yang satu terlalu teoritis, semua berdasarkan referensi, ppt, tulisan, makalah, artikel yang ia baca, tanpa bisa mentransfer ‘ilmu’ secara praktek (mata kuliah Kewarganega...

Hidup di Jogjaaaaaakankah Istimewa?

Kota Pelajar, Kota Budaya, Bumi Sultan, dan semua sebutannya memang menandakan Jogja itu Istimewa. Aku berkesempatan menginjakkan kaki dan menetap di kota dengan tingkat harapan hidup yang tinggi ini (meski UMRnya terendah se-Indonesia). Yah, ini tandanya hidup nggak melulu tentang uang, kan? Paradoksnya, aku senang karena tidak perlu berpikir keras untuk urusan perut dan akomodasi karena aku tinggal dengan adik dari ibuku, tante/bibi (baca : numpang hidup). Tapi sedih juga karena gak bisa menjadi 'anak kuliahan sejati' yang harus mandiri dan mengatur sendiri seluruh kehidupannya di tanah rantau. Apalagi, kalau 'ikut orang' itu pasti adaa aja yang gak cocok sama hati dan terkadang kesiksa. Aku ngerasain itu? Tentuuu...  Jadwal kuliah di hari Senin-Kamis diusahain jangan sampai lewat Ashar. Soalnya jam 4 sore harus ikut ngajar ngaji (bibi direktur TPA yang lumayan gede, santrinya 150an, butuh banyak tenaga pengajar dan administrasi) Yang paling syedih itu, ...