Huhh.. berat banget rasanya nulis ini Biasanya aku nulis di buku bekas catetan kuliah. Tapi berhubung lagi buka laptop (buat garap skripsi sih niatnya, pemanasan bentar ini) udah nyalain playlist favorit, "kayaknya kurang deh" cari-carilah tambahan lagu buat diputer. Salah satu top play buat pekan ini ya akustiknya ' Rizky Febian - Cuek ft. Scalava ' asik banget di telinga. Waktu pake earphone berasa lagi ada di satu tongkrongan bareng mereka. Entah gimana autoplay setelah lagu 'Cuek' itu video konser PSCS 2019 Malang di mana mas Ta bikin baper hampir semua makhluk wanita di dunia fana ini . Entah kenapa air mataku netes. Sampe aku nulis di sini pun mata ini masih aja bocor. Hati berdebar. Ikut baper, pasti. Bukan karena berharap cewek yang dipeluk Dikta itu aku (seenggaknya itu bukan alasan utama). Tapi lebih karena dalam lubuk hati terdalam ini, aku udah 'berikrar' "aku mau lajang terus aja". Aku terlanjur patah oleh cinta pertamaku. Patah...
29 Januari Happy Milad Astina Suhesti, My best one, best of the best. Mbhesti, begitulah aku memanggilnya. My best friend ever. Setidaknya itu menurutku. Karena sekarang sulit memastikannya satu sama lain. Mbak Hesti, panggilan yang menurutku terlalu panjang. Sehingga Mbhesti menjadi solusinya. Aku tak ingat sejak kapan dan bagaimana kita bertemu dan menjadi akrab seperti ini. Kita -atau lebih tepatnya aku- masih sangat kecil sehingga tak bisa lagi mengingat awal dari ikatan kita. Kau dua belas bulan dua pekan lebih tua dariku. Kita punya bintang yang sama, Aquarius. Mungkin dari sini juga kita tersugesti. Yang jelas, kita semakin dekat karena memiliki kesamaan-kesamaan lain dan kecocokan yang saling mengisi. Kau anak berprestasi di kelas. Bahkan untuk pengambilan raport pertama kali, kaulah sang juara kelas. Aku sangat kagum padamu. Hesti di peringkat 1, lantas Ayu ke 2, dan aku cukup puas dengan urutan 3 ku. Namun Bapakku ternyata tidak sebahagia aku. Enta...
Kota Pelajar, Kota Budaya, Bumi Sultan, dan semua sebutannya memang menandakan Jogja itu Istimewa. Aku berkesempatan menginjakkan kaki dan menetap di kota dengan tingkat harapan hidup yang tinggi ini (meski UMRnya terendah se-Indonesia). Yah, ini tandanya hidup nggak melulu tentang uang, kan? Paradoksnya, aku senang karena tidak perlu berpikir keras untuk urusan perut dan akomodasi karena aku tinggal dengan adik dari ibuku, tante/bibi (baca : numpang hidup). Tapi sedih juga karena gak bisa menjadi 'anak kuliahan sejati' yang harus mandiri dan mengatur sendiri seluruh kehidupannya di tanah rantau. Apalagi, kalau 'ikut orang' itu pasti adaa aja yang gak cocok sama hati dan terkadang kesiksa. Aku ngerasain itu? Tentuuu... Jadwal kuliah di hari Senin-Kamis diusahain jangan sampai lewat Ashar. Soalnya jam 4 sore harus ikut ngajar ngaji (bibi direktur TPA yang lumayan gede, santrinya 150an, butuh banyak tenaga pengajar dan administrasi) Yang paling syedih itu, ...
Comments
Post a Comment